Tema "Atma Kerti Udiana Purnaning Jiwa": Desa Sai Rayakan Bulan Bahasa Bali 2026
DESA SAI – Suasana khidmat dan penuh semangat budaya menyelimuti Kantor Perbekel Desa Sai pada Rabu (4/3/2026). Dalam rangka menjalankan visi pelestarian adat dan tradisi, Pemerintah Desa Sai menggelar perayaan Bulan Bahasa Bali Tahun 2026.
Tahun ini, acara mengusung tema "Atma Kerti Udiana Purnaning Jiwa", yang secara mendalam bermakna penyucian jiwa dan raga melalui pemeliharaan "taman" bahasa dan sastra Bali sebagai sumber kehidupan yang sempurna.
Panggung Kreativitas bagi Generasi Muda
Sejak pagi hari, halaman Kantor Perbekel telah dipadati oleh tunas-tunas bangsa yang antusias. Pelibatan kelompok usia dini menjadi prioritas utama Desa Sai dalam menanamkan rasa cinta bahasa ibu.
-
Kategori TK dan PAUD: Anak-anak setingkat TK dan PAUD se-Desa Sai tampil menggemaskan namun penuh percaya diri dalam Lomba Megending Bali. Kegiatan ini dirancang agar anak-anak mulai akrab dengan narasi-narasi lokal Bali sejak usia keemasan mereka.
-
Kategori Sekolah Dasar (SD): Di tingkat SD, kompetisi berlangsung lebih teknis. Para siswa beradu ketangkasan dalam Lomba Nyurat Aksara Bali di atas kertas dan Lomba Membaca Aksara Bali. Hal ini bertujuan untuk mengasah kemampuan literasi tulis-baca aksara yang menjadi fondasi identitas krama Bali.
Persatuan Antar Banjar Adat
Tak hanya melibatkan institusi pendidikan, Bulan Bahasa Bali di Desa Sai juga mempertemukan perwakilan dari masing-masing Banjar Adat. Perwakilan dari tiap Banjar mengirimkan utusan terbaiknya untuk berlomba dalam:
- Lomba Pidarta Bali (Pidato): Mengambil sub-tema seputar kepemimpinan dan etika bermasyarakat berdasarkan ajaran Atma Kerti.
Apresiasi Perbekel Desa Sai
Dalam sambutannya di sela-sela acara, Perbekel Desa Sai menekankan bahwa pemilihan Kantor Perbekel sebagai lokasi acara bertujuan untuk mendekatkan pelayanan publik dengan napas budaya.
"Tema Atma Kerti Udiana Purnaning Jiwa mengingatkan kita bahwa bahasa Bali bukan sekadar alat komunikasi, melainkan sarana pembersihan jiwa. Dengan bahasa yang baik, terpancarlah jiwa yang luhur. Kami bangga melihat sinergi antara anak-anak sekolah dan warga banjar hari ini," ungkap Perbekel Desa Sai.
Menjaga Warisan di Era Modern
Kegiatan ini ditutup dengan pengumuman pemenang dan pembagian hadiah bagi para juara. Namun, semangat yang dibawa pulang oleh peserta lebih dari sekadar trofi—yakni kesadaran untuk terus menuturkan bahasa Bali di lingkungan rumah dan masyarakat meski di tengah gempuran zaman digital.